Kemenkes Catat 277.075 Kasus ISPA di Wilayah Terdampak Karhutla, 22,5 Persen Anak Balita

Memuat berita

Nasional

Kemenkes Catat 277.075 Kasus ISPA di Wilayah Terdampak Karhutla, 22,5 Persen Anak Balita

Devi Sry Atmaja · 19 Oktober 2026 · 11:37 WIB · 2 dibaca
Kemenkes Catat 277.075 Kasus ISPA di Wilayah Terdampak Karhutla, 22,5 Persen Anak Balita

Foto: Kompas.com/Erik Alfian

JAKARTA - Kementerian Kesehatan mencatat lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan. Total kasus mencapai 277.075 di 63 kabupaten dan kota. Data tersebut mencakup tujuh provinsi yang terdampak karhutla. Pencatatan dilakukan per 12 Oktober 2026. Dari keseluruhan kasus ISPA yang tercatat, sebanyak 62.400 di antaranya dialami anak usia 0 hingga 5 tahun. Angka tersebut setara dengan 22,5 persen dari total kasus. Kelompok usia dini menjadi salah satu yang paling terdampak oleh paparan asap. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi otoritas kesehatan.

Asap karhutla mengandung partikel halus PM2.5 yang berbahaya bagi kesehatan. Partikel tersebut dapat memicu berbagai gangguan pernapasan. Mulai dari batuk dan ISPA hingga sesak napas menjadi keluhan yang sering muncul. Paparan berkepanjangan meningkatkan risiko komplikasi pada kelompok rentan. Bayi dan balita termasuk kelompok yang paling rentan terhadap paparan asap. Ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit paru kronis juga berada dalam kategori berisiko tinggi. Sistem pernapasan mereka lebih mudah terganggu oleh polusi udara. Perlindungan khusus diperlukan bagi kelompok-kelompok tersebut.

Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Imbauan ini berlaku terutama saat kualitas udara memburuk. Menghindari paparan asap menjadi langkah pencegahan paling efektif. Aktivitas outdoor sebaiknya ditunda hingga kondisi udara membaik. Jika terpaksa harus keluar rumah, masyarakat diimbau menggunakan pelindung pernapasan yang memadai. Respirator N95 atau KN95 menjadi pilihan yang direkomendasikan. Masker tersebut harus terpasang secara rapat agar efektif menyaring partikel halus. Penggunaan yang tidak tepat mengurangi perlindungan yang diberikan.

Orang tua diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi anak. Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala tertentu. Sesak napas, napas cepat, atau kesulitan menyusu dan minum menjadi tanda bahaya. Penanganan dini dapat mencegah perburukan kondisi. Dengan 277.075 kasus ISPA di 63 kabupaten/kota, dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat semakin nyata. Tujuh provinsi yang terdampak menjadi fokus pemantauan Kemenkes. Data per 12 Oktober 2026 menunjukkan beban layanan kesehatan yang meningkat. Fasilitas kesehatan di wilayah tersebut menghadapi tekanan tambahan.

Proporsi 22,5 persen kasus pada anak usia 0–5 tahun menjadi alarm keras. Balita memiliki saluran pernapasan yang masih berkembang dan lebih sensitif. Paparan PM2.5 dapat memicu infeksi dan gangguan pernapasan akut. Perlindungan terhadap kelompok usia ini harus menjadi prioritas. Asap karhutla tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan, tetapi juga memicu masalah kesehatan serius. Batuk, ISPA, hingga sesak napas menjadi keluhan yang banyak dilaporkan. Partikel PM2.5 mampu masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Dampaknya terasa terutama pada mereka yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.

Imbauan untuk tetap berada di dalam rumah saat kualitas udara buruk perlu dipatuhi. Ventilasi rumah sebaiknya diatur agar asap tidak masuk. Penggunaan purifier udara dapat membantu di daerah yang memiliki akses. Langkah-langkah sederhana ini mengurangi risiko paparan. Respirator N95 dan KN95 memberikan perlindungan lebih baik dibanding masker biasa. Pemasangan yang rapat memastikan tidak ada celah bagi partikel halus. Masyarakat diimbau tidak menggunakan masker yang longgar atau rusak. Ketersediaan masker di wilayah terdampak perlu dipastikan.

Gejala sesak napas, napas cepat, serta kesulitan menyusu atau minum pada anak tidak boleh diabaikan. Orang tua harus segera mencari pertolongan medis. Fasilitas kesehatan di 63 kabupaten/kota terdampak diharapkan siap memberikan layanan. Deteksi dini menyelamatkan nyawa dan mencegah komplikasi. Kemenkes terus memantau perkembangan kasus ISPA di tujuh provinsi terdampak karhutla. Data 277.075 kasus menjadi dasar pengambilan kebijakan kesehatan masyarakat. Edukasi tentang pencegahan dan penanganan dini terus digencarkan. Kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan.