Kepala BNPB dan Kasad Tinjau Penanganan Karhutla di Pulang Pisau

Memuat berita

Nasional

Kepala BNPB dan Kasad Tinjau Penanganan Karhutla di Pulang Pisau

Devi Sry Atmaja · 20 Oktober 2026 · 21:55 WIB · 2 dibaca
Kepala BNPB dan Kasad Tinjau Penanganan Karhutla di Pulang Pisau

Foto: Dok. Diskominfostandi Pulang Pisau

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Kristomei Sianturi bersama Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Tandyo Budi Revita meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan. Kunjungan dilakukan di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, pada Senin (19/10/2026). Tinjauan lapangan tersebut bertujuan melihat langsung kondisi terkini di wilayah terdampak. Kehadiran dua pejabat tinggi menunjukkan perhatian serius terhadap isu karhutla. Kunjungan dilanjutkan dengan rapat koordinasi di Kantor Bupati Pulang Pisau. Forum tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah dan instansi terkait. Evaluasi kondisi terkini menjadi agenda utama dalam pertemuan tersebut. Sinergi penanganan bersama diperkuat agar respons di lapangan lebih efektif.

Kristomei Sianturi menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan koordinasi yang solid. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan instansi teknis lainnya harus bergerak dalam satu langkah. Pengendalian kebakaran diharapkan berjalan secara terpadu sesuai kondisi lapangan. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan. Kepala BNPB juga menekankan pentingnya mempercepat pengendalian kebakaran di wilayah terdampak. Pencegahan perluasan area terbakar menjadi prioritas utama. Perlindungan masyarakat dari ancaman asap juga tidak boleh diabaikan. Dampak kesehatan akibat kabut asap menjadi perhatian serius dalam penanganan.

Dukungan pemerintah pusat akan dikoordinasikan sesuai kebutuhan daerah. BNPB berperan dalam memastikan bantuan dan sumber daya tersedia tepat waktu. Setiap wilayah memiliki karakteristik berbeda sehingga pendekatan penanganan harus menyesuaikan kondisi lokal. Fleksibilitas dalam koordinasi menjadi penting. BNPB bersama TNI dan unsur terkait berkomitmen terus memperkuat pemantauan operasional. Koordinasi di lapangan akan ditingkatkan untuk mendukung penanganan karhutla di Kalimantan Tengah. Pemantauan yang intensif diharapkan mempercepat deteksi dini dan respons cepat. Data lapangan menjadi dasar pengambilan keputusan.

Kabupaten Pulang Pisau menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam penanganan karhutla. Kondisi lapangan yang ditinjau langsung oleh Kepala BNPB dan Kasad memberikan gambaran nyata mengenai tantangan di lapangan. Evaluasi di tingkat lokal menjadi modal bagi perbaikan strategi. Keterlibatan pemerintah daerah sangat menentukan. Rapat koordinasi di Kantor Bupati Pulang Pisau menjadi ajang penyamaan persepsi antar pemangku kepentingan. Setiap instansi menyampaikan perkembangan dan kendala yang dihadapi. Sinergi yang dibangun diharapkan menghilangkan tumpang tindih kewenangan. Fokus utama tetap pada pengendalian api dan perlindungan warga.

Kristomei Sianturi menggarisbawahi bahwa karhutla bukan hanya persoalan daerah, melainkan isu yang memerlukan dukungan nasional. Koordinasi antara pusat dan daerah harus berjalan dua arah. Kebutuhan di lapangan menjadi acuan dalam penyaluran dukungan. Respons yang cepat dan tepat sasaran menjadi target bersama. Ancaman asap akibat karhutla berdampak langsung pada kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, perlindungan warga menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi penanganan. Upaya pengendalian api harus berjalan beriringan dengan mitigasi dampak asap. Edukasi dan imbauan kepada masyarakat juga terus dilakukan.

Kehadiran Kasad Jenderal TNI Tandyo Budi Revita bersama Kepala BNPB memperkuat pesan pentingnya keterlibatan TNI dalam penanganan bencana. Personel TNI selama ini telah aktif mendukung operasi pemadaman dan logistik. Sinergi antara BNPB dan TNI menjadi salah satu tulang punggung penanganan karhutla. Koordinasi operasional terus diperkuat. Pemantauan kondisi lapangan di Pulang Pisau menjadi bagian dari upaya evaluasi menyeluruh. Data dan informasi yang diperoleh akan digunakan untuk menyusun langkah lanjutan. Setiap perkembangan di lapangan dipantau secara berkala. Respons terhadap perubahan situasi harus cepat dan terukur.

BNPB menegaskan komitmen untuk terus mendampingi daerah dalam penanganan karhutla. Dukungan tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga preventif melalui pemantauan dan kesiapsiagaan. Kalimantan Tengah sebagai salah satu wilayah rawan menjadi fokus perhatian. Kolaborasi lintas instansi menjadi fondasi utama. Penanganan karhutla yang terpadu membutuhkan komitmen semua pihak. Pemerintah pusat, daerah, TNI, Polri, dan instansi teknis harus bergerak dalam koridor yang sama. Evaluasi di Pulang Pisau menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama tersebut. Hasil koordinasi diharapkan segera diimplementasikan di lapangan.