Leo/Daniel Persembahkan Emas untuk Indonesia di Asian Games 2026, Comeback Dramatis di Final

Memuat berita

Nasional

Leo/Daniel Persembahkan Emas untuk Indonesia di Asian Games 2026, Comeback Dramatis di Final

Fazlur Rahman · 02 Oktober 2026 · 18:39 WIB · 5 dibaca
Leo/Daniel Persembahkan Emas untuk Indonesia di Asian Games 2026, Comeback Dramatis di Final

Foto: Disway

Kabar membanggakan datang dari arena bulutangkis Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Pasangan ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin, berhasil mempersembahkan medali emas setelah melewati final penuh tekanan melawan wakil China, Liang Weikeng/Wang Chang.

Bertanding di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Jepang, Selasa (29/9/2026), Leo/Daniel harus bekerja keras sebelum memastikan kemenangan dalam pertandingan tiga gim. Sempat kehilangan gim pertama, pasangan Indonesia mampu bangkit dan menutup laga dengan skor 19-21, 21-13, 21-18.

Kemenangan tersebut terasa semakin istimewa karena Leo/Daniel tidak sekadar merebut emas nomor ganda putra, tetapi juga berhasil mengawinkan gelar setelah sebelumnya turut membantu tim beregu putra Indonesia meraih medali emas pada Asian Games 2026. Dengan demikian, keduanya pulang dari Aichi-Nagoya dengan dua medali emas.

Pertandingan final berlangsung ketat sejak gim pertama. Leo/Daniel beberapa kali mampu menjaga jarak dan memberikan tekanan kepada Liang/Wang. Namun, pasangan China mampu merespons dan memanfaatkan sejumlah kesempatan untuk mengamankan gim pembuka dengan skor 21-19.

Dalam kondisi tertinggal, Leo/Daniel tidak kehilangan kendali permainan. Memasuki gim kedua, pasangan Indonesia tampil lebih agresif dan mampu menjaga tekanan terhadap lawan. Perubahan permainan tersebut membuat Liang/Wang kesulitan mengembangkan pola permainan seperti pada gim pertama.

Leo/Daniel akhirnya merebut gim kedua dengan skor 21-13 dan memaksa pertandingan berlanjut ke gim penentuan.

Persaingan semakin sengit pada gim ketiga. Kedua pasangan saling mengejar angka, tetapi Leo/Daniel mampu menjaga momentum. Mereka bahkan menutup interval gim penentuan dengan keunggulan 11-9 sebelum terus mempertahankan tekanan hingga akhir pertandingan.

Liang/Wang sempat memberikan perlawanan menjelang pertandingan berakhir. Namun, Leo/Daniel mampu menjaga komunikasi dan konsentrasi untuk menyelesaikan gim ketiga dengan skor 21-18. Pertandingan berlangsung selama 62 menit dan memastikan emas ketiga bagi kontingen Indonesia di Asian Games 2026.

Daniel mengungkapkan bahwa dirinya dan Leo terus saling mengingatkan sepanjang pertandingan agar tidak kehilangan fokus. Menurutnya, kesempatan tampil di final Asian Games harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

"Kami terus saling mengingatkan selama pertandingan. Kami bilang kepada diri sendiri, kalau bukan sekarang, kapan lagi," ujar Daniel setelah pertandingan.

Leo juga menekankan pentingnya menjaga rencana permainan dan komunikasi ketika menghadapi pertandingan yang berlangsung ketat. Ia menyampaikan apresiasi kepada pelatih, tim pendukung, rekan setim, keluarga, dan seluruh pihak yang memberikan dukungan selama perjalanan mereka di Asian Games.

Medali emas ini juga menjadi catatan penting dalam perjalanan Leo/Daniel sebagai pasangan. Keduanya kembali dipasangkan menjelang Asian Games 2026 setelah sebelumnya mengalami perubahan pasangan. Mereka kemudian menunjukkan perkembangan positif hingga mampu mencapai partai puncak di Aichi-Nagoya.

Sebelum final, Leo/Daniel lebih dahulu menyingkirkan pasangan Korea Selatan Kim Won Ho/Seo Seung Jae pada semifinal dengan kemenangan dua gim langsung, 21-11, 21-14. Hasil tersebut sekaligus membawa mereka melangkah ke final dan membuka peluang untuk merebut emas.

Di partai final, tantangan semakin berat karena Liang Weikeng/Wang Chang merupakan pasangan yang sudah berulang kali mereka hadapi di berbagai turnamen. Leo/Daniel juga datang dengan catatan pertemuan sebelumnya yang belum menguntungkan dalam beberapa laga terakhir.

Namun, final Asian Games menjadi kesempatan bagi Leo/Daniel untuk membalikkan keadaan. Setelah kalah pada gim pertama, mereka mampu melakukan perubahan dan merebut dua gim berikutnya hingga akhirnya berdiri di podium tertinggi. Leo menyebut kemenangan tersebut sekaligus menjadi motivasi setelah sejumlah kekalahan dalam pertemuan sebelumnya.

Keberhasilan Leo/Daniel juga menambah daftar panjang pasangan Indonesia yang pernah merebut emas ganda putra Asian Games. Mereka mengikuti jejak sejumlah pasangan legendaris seperti Tjun Tjun/Johan Wahjudi, Ricky Subagja/Rexy Mainaky, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, serta Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Bagi kontingen Indonesia, emas Leo/Daniel menjadi salah satu pencapaian penting di Aichi-Nagoya 2026. Sebelum mereka naik ke podium, Indonesia telah memperoleh emas dari nomor beregu putra bulutangkis dan angkat besi melalui Rahmat Erwin Abdullah.

Medali tersebut menjadi buah dari perjalanan panjang, perubahan pasangan, persiapan, serta kemampuan Leo/Daniel menjaga fokus ketika berada dalam situasi sulit. Comeback dari ketertinggalan pada gim pertama menunjukkan bagaimana mereka mampu mempertahankan permainan hingga kesempatan terakhir.

Lebih dari sekadar tambahan medali bagi Indonesia, emas Asian Games 2026 menjadi momentum bagi Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin untuk terus berkembang. Prestasi di Aichi-Nagoya menjadi bagian dari perjalanan karier keduanya sekaligus modal untuk menghadapi persaingan ganda putra dunia yang semakin ketat.

Dengan medali emas di tangan, Leo/Daniel kini memiliki catatan baru dalam perjalanan mereka. Sebuah pencapaian yang bukan hanya membawa kebanggaan bagi Indonesia, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus bertumbuh, bekerja keras, dan mengejar prestasi di panggung olahraga internasional.