Netflix PHK 1.000 Karyawan, Terbesar Sejak 2022 di Tengah Persaingan Industri Streaming

Memuat berita

Nasional

Netflix PHK 1.000 Karyawan, Terbesar Sejak 2022 di Tengah Persaingan Industri Streaming

Fazlur Rahman · 15 Oktober 2026 · 18:36 WIB · 2 dibaca
Netflix PHK 1.000 Karyawan, Terbesar Sejak 2022 di Tengah Persaingan Industri Streaming

Foto: First Indonesia Magazine

Perusahaan layanan streaming Netflix dikabarkan memangkas sekitar 1.000 karyawan atau sekitar 6 persen dari total tenaga kerjanya di tengah persaingan industri hiburan digital yang semakin ketat. Pemutusan hubungan kerja (PHK) tersebut menjadi yang terbesar bagi perusahaan sejak 2022, ketika Netflix menghadapi tekanan akibat penurunan jumlah pelanggan.

Mengutip Reuters pada Kamis (15/10/2026), keputusan PHK itu disampaikan melalui memo internal yang dikirimkan kepada karyawan oleh dua CEO Netflix, Greg Peters dan Ted Sarandos, pada Rabu (14/10/2026). Dalam memo tersebut, manajemen menjelaskan perlunya perusahaan lebih disiplin dalam menentukan prioritas penggunaan sumber daya dan tenaga kerja untuk mendukung pencapaian target bisnis.

Sebagian besar pengurangan tenaga kerja akan menyasar sejumlah divisi, termasuk produk, teknologi, hukum, dan sumber daya manusia. Hingga akhir 2025, Netflix tercatat memiliki sekitar 16.000 karyawan. Dengan jumlah pengurangan yang mencapai sekitar 1.000 orang, keputusan ini menjadi salah satu langkah efisiensi terbesar yang dilakukan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam memo internal tersebut, Peters dan Sarandos menekankan bahwa ambisi Netflix untuk terus berkembang membutuhkan pengelolaan sumber daya yang lebih terarah. Keduanya menyebut perusahaan perlu memastikan tenaga kerja dan sumber daya yang tersedia digunakan untuk mendukung prioritas bisnis yang paling penting.

“Misi kami untuk menghibur dunia sangat ambisius. Untuk mewujudkannya, kami perlu disiplin dalam menentukan prioritas penggunaan sumber daya dan tenaga kerja,” tulis keduanya dalam memo tersebut.

Langkah ini mengingatkan pada kebijakan serupa yang pernah dilakukan Netflix pada 2022. Saat itu, perusahaan memangkas sekitar 450 karyawan dalam dua gelombang setelah mengalami penurunan jumlah pelanggan untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade. Situasi tersebut menjadi salah satu tantangan besar bagi Netflix ketika persaingan layanan streaming semakin berkembang dan perusahaan harus menyesuaikan strategi bisnisnya.

Berbeda dengan kondisi yang melatarbelakangi PHK pada 2022, manajemen kali ini menyatakan bisnis Netflix masih menunjukkan pertumbuhan. Perusahaan juga menyebut kinerjanya masih berada di jalur yang tepat untuk memenuhi proyeksi kinerja setahun penuh. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa keputusan pengurangan karyawan tidak disampaikan sebagai respons terhadap kegagalan mencapai target tahunan.

Industri streaming sendiri menghadapi persaingan yang semakin ketat dalam memperebutkan pelanggan, perhatian penonton, dan pendapatan dari konten. Perusahaan harus menentukan strategi investasi untuk produksi film dan serial, pengembangan teknologi, serta layanan yang dapat mempertahankan pelanggan di tengah banyaknya pilihan hiburan digital.

Dalam situasi tersebut, efisiensi biaya dan penentuan prioritas menjadi bagian penting dari pengelolaan bisnis perusahaan hiburan. Namun, pengurangan tenaga kerja juga dapat berdampak langsung terhadap karyawan yang kehilangan pekerjaan serta menimbulkan perubahan pada struktur organisasi dan pembagian tugas di dalam perusahaan.

Meski demikian, memo manajemen belum merinci lebih jauh dampak PHK terhadap operasional setiap divisi maupun perubahan strategi Netflix setelah pengurangan karyawan. Perusahaan juga tetap menyatakan optimistis terhadap proyeksi kinerja tahunannya.

PHK terhadap sekitar 1.000 karyawan ini menjadi perkembangan penting bagi Netflix di tengah upaya mempertahankan pertumbuhan bisnis dan daya saingnya. Langkah tersebut memperlihatkan bahwa perusahaan masih melakukan penyesuaian internal untuk mengelola sumber daya, sekalipun manajemen menyatakan bisnisnya tetap tumbuh.