Rocky Gerung Respons Dua Tahun Pemerintahan dengan Love Sign

Memuat berita

Nasional

Rocky Gerung Respons Dua Tahun Pemerintahan dengan Love Sign

Devi Sry Atmaja · 22 Oktober 2026 · 17:18 WIB · 2 dibaca
Rocky Gerung Respons Dua Tahun Pemerintahan dengan Love Sign

Foto: JPNN/Ryana Aryadita

JAKARTA - Rocky Gerung memberikan respons unik saat diminta wartawan menilai dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Alih-alih memberikan angka atau penilaian verbal, anggota Dewan Pertimbangan Presiden atau Wantimpres itu justru tersenyum. Ia menunjukkan gestur love sign atau simbol hati di hadapan para awak media. Momen tersebut menjadi sorotan di lingkungan Istana. Gestur love sign ditunjukkan Rocky saat menghadiri Sidang Kabinet Paripurna. Acara tersebut berlangsung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (21/10/2026). Sidang kabinet membahas evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Kehadiran Rocky sebagai anggota Wantimpres menjadi bagian dari agenda tersebut.

Respons non-verbal yang diberikan Rocky Gerung menarik perhatian wartawan yang hadir. Ia tidak menjawab dengan kata-kata saat diminta memberikan penilaian. Senyum dan simbol hati menjadi satu-satunya respons yang ditunjukkan. Gaya komunikasi khas Rocky kembali terlihat dalam kesempatan tersebut. Sidang Kabinet Paripurna yang dihadiri Rocky menjadi momentum evaluasi pemerintahan. Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan jajaran menteri untuk membahas capaian dan tantangan dua tahun terakhir. Kehadiran anggota Wantimpres seperti Rocky menambah bobot forum tersebut. Evaluasi menyeluruh menjadi agenda utama.

Rocky Gerung dikenal sebagai sosok yang kerap memberikan pandangan kritis dan filosofis. Namun, pada kesempatan kali ini ia memilih diam dan hanya menunjukkan gestur. Love sign yang ditampilkan dapat ditafsirkan beragam oleh publik. Ia tidak memberikan penjelasan tambahan terkait makna simbol tersebut. Kompleks Istana Kepresidenan menjadi lokasi Rocky memberikan respons uniknya. Usai atau di sela sidang kabinet, wartawan memanfaatkan kesempatan untuk meminta penilaian. Pertanyaan mengenai dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran dilontarkan secara langsung. Jawaban yang muncul justru berupa senyum dan simbol hati.

Sebagai anggota Wantimpres, Rocky Gerung memiliki peran memberikan pertimbangan kepada Presiden. Kehadirannya dalam Sidang Kabinet Paripurna menunjukkan keterlibatan dalam proses evaluasi. Gestur yang ditunjukkan di hadapan media menjadi catatan tersendiri. Publik kemudian memperbincangkan makna di balik respons tersebut. Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran menjadi momentum yang banyak disorot. Berbagai pihak memberikan penilaian terhadap capaian dan tantangan yang dihadapi. Rocky Gerung sebagai intelektual dan anggota Wantimpres diharapkan memberikan pandangan. Namun, ia memilih cara non-verbal untuk merespons.

Senyum yang disertai love sign menjadi visual yang terekam kamera wartawan. Momen tersebut kemudian tersebar melalui pemberitaan dan media sosial. Interpretasi terhadap gestur Rocky beragam, mulai dari dukungan hingga sikap netral. Ia sendiri tidak memberikan klarifikasi lanjutan. Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara menjadi forum resmi evaluasi pemerintahan. Para menteri menyampaikan laporan dan mendengarkan arahan Presiden. Kehadiran Rocky Gerung di kompleks istana menambah dinamika di luar ruang sidang. Interaksi dengan media menjadi bagian yang tidak terpisahkan.

Rocky Gerung selama ini dikenal lugas dalam menyampaikan pendapat. Respons unik dengan love sign pada Rabu tersebut justru menunjukkan sisi berbeda. Ia tidak terjebak pada permintaan penilaian angka atau skor. Gestur hati menjadi pilihan komunikasinya saat itu. Wartawan yang meminta penilaian dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran memperoleh jawaban tak terduga. Alih-alih analisis panjang, yang muncul adalah senyum dan simbol love sign. Momen tersebut menjadi salah satu highlight liputan di Istana. Gaya Rocky kembali menjadi perbincangan.

Evaluasi dua tahun pemerintahan yang dibahas dalam sidang kabinet mencakup berbagai sektor. Dari ekonomi, politik, hingga isu-isu strategis nasional. Rocky Gerung sebagai anggota Wantimpres hadir dalam kapasitas memberikan masukan. Responsnya kepada media menjadi pelengkap dari kehadirannya di istana. Gestur love sign yang ditunjukkan Rocky dapat dimaknai sebagai bentuk apresiasi atau sekadar gaya khasnya. Tanpa penjelasan verbal, publik dibiarkan menafsirkan sendiri. Sikap tersebut konsisten dengan karakter Rocky yang sering kali tidak konvensional. Ia tetap menjadi figur yang menarik perhatian.