Tragis! Perempuan Asal Padang Pariaman Tewas Tergelincir di Air Terjun Robo, Jasad Ditemukan Sehari Kemudian
Seorang perempuan asal Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, meninggal dunia setelah tergelincir dan terjatuh di Air Terjun Robo, Nagari Harau, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. Korban sempat dilaporkan hilang setelah diduga tenggelam dan hanyut saat mandi bersama temannya di kawasan air terjun tersebut.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Kamis (15/10/2026) sekitar pukul 15.45 WIB. Berdasarkan informasi yang disampaikan tim pencarian dan pertolongan (SAR), korban sedang mandi di air terjun bersama seorang temannya ketika tiba-tiba tergelincir dan jatuh dari area air terjun.
Rekaman video yang beredar memperlihatkan korban tergelincir dari bagian atas air terjun. Setelah terjatuh ke aliran air, korban diduga tenggelam dan terbawa arus hingga keberadaannya tidak diketahui. Kejadian tersebut kemudian memicu upaya pencarian oleh tim SAR gabungan.
Koordinator Pos SAR 50 Kota, Roni Nur, menjelaskan bahwa pencarian dilakukan setelah korban dilaporkan mengalami kecelakaan di lokasi wisata alam tersebut. Tim SAR gabungan dikerahkan untuk menyisir area yang diduga menjadi lokasi korban tenggelam dan hanyut.
Dalam operasi tersebut, personel dibagi menjadi dua kelompok untuk melakukan penyisiran pada dua sektor pencarian. Total area yang disisir diperkirakan mencapai 570 meter. Pembagian sektor dilakukan agar pencarian dapat berlangsung lebih terarah dan seluruh area yang menjadi sasaran dapat diperiksa.
Upaya pencarian berlangsung hingga Jumat (16/10/2026). Setelah melakukan penyisiran, tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban pada pukul 10.45 WIB dalam kondisi meninggal dunia.
“Korban ditemukan pada pukul 10.45 WIB dalam kondisi meninggal dunia,” kata Roni dalam keterangannya, Jumat (16/10/2026).
Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi oleh tim SAR gabungan. Proses evakuasi dilakukan sebelum korban dibawa menuju posko untuk penanganan lebih lanjut.
Pada pukul 11.45 WIB, tim tiba di posko dengan membawa korban. Selanjutnya, korban dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Roni menyampaikan bahwa operasi pencarian dan pertolongan diusulkan untuk ditutup setelah proses pencarian serta evakuasi selesai dilakukan. Seluruh unsur yang terlibat juga mengikuti evaluasi sebelum kembali ke kesatuan masing-masing.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa aktivitas rekreasi di kawasan air terjun memiliki risiko keselamatan yang perlu diperhatikan. Permukaan batu yang licin, aliran air, serta kondisi medan di sekitar air terjun dapat meningkatkan risiko terpeleset dan tenggelam, terutama ketika pengunjung berada di dekat bagian atas atau aliran air yang sulit diperkirakan kedalamannya.
Pengunjung yang berwisata ke kawasan air terjun diimbau untuk berhati-hati, memperhatikan kondisi medan dan arus air, serta menghindari area berbahaya. Mengikuti petunjuk keselamatan dan tidak mandi di lokasi yang berisiko tinggi merupakan langkah penting untuk mencegah kecelakaan serupa.
Hingga operasi SAR berakhir, fokus penanganan telah beralih pada proses evakuasi dan pemulangan korban kepada keluarga. Kejadian tragis di Air Terjun Robo tersebut meninggalkan duka sekaligus menjadi pengingat pentingnya mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di kawasan wisata alam.