Ular Sanca 2 Meter Lilit Trafo Listrik di Depok, Damkar Turun Tangan hingga Listrik Sempat Padam
Seekor ular sanca sepanjang sekitar dua meter membuat warga di Jalan Tole Iskandar, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, dikejutkan pada Rabu (4/11/2026) dini hari. Ular tersebut ditemukan melilit sebuah trafo listrik hingga diduga menyebabkan gangguan pada jaringan listrik di sekitar lokasi.
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok dari Pos Merdeka kemudian diterjunkan untuk mengevakuasi ular tersebut. Proses penanganan dilakukan dengan melibatkan pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN), mengingat posisi ular berada di area instalasi listrik yang berisiko membahayakan keselamatan.
Petugas Damkar Pos Merdeka, Ibnu Katim, mengatakan laporan mengenai keberadaan ular diterima sekitar pukul 00.25 WIB. Pelapor menginformasikan bahwa seekor ular berada di atas trafo listrik di kawasan Jalan Tole Iskandar.
Saat tiba di lokasi, petugas mendapati aliran listrik di sekitar trafo sudah padam. Menurut Ibnu, pemadaman terjadi pada jaringan yang berada dalam satu jalur dengan trafo tempat ular tersebut ditemukan.
Ibnu menjelaskan, penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan petugas PLN. Sebelum menghubungi Damkar, warga yang melaporkan kejadian itu diketahui telah lebih dahulu menyampaikan informasi mengenai keberadaan ular kepada pihak PLN. Setelah petugas PLN tiba, koordinasi dilakukan agar proses evakuasi dapat berlangsung dengan aman.
"Dari pihak pelapor nelpon PLN juga, setelah PLN sampai, lapor juga ke kita, akhirnya kita kolaborasi sama PLN. Jadi kita yang evakuasi, langsung kita serahin selebihnya ke PLN," jelas Ibnu.
Proses evakuasi berjalan relatif lancar tanpa kendala berarti. Ular jenis sanca itu diketahui hanya melilit di bagian area trafo sehingga petugas dapat mengamankannya menggunakan peralatan penjepit. Meski berada di lokasi berisiko, ular tersebut berhasil dievakuasi dalam waktu sekitar 20 menit.
Setelah berhasil diamankan, ular kemudian diserahkan kepada pihak PLN untuk penanganan lebih lanjut. Namun, proses evakuasi tersebut belum langsung diikuti dengan pulihnya pasokan listrik. Ibnu menyebut, kondisi di sekitar lokasi masih mengalami pemadaman setelah ular berhasil dipindahkan.
"Setelah dievakuasi kita serahin lagi ke PLN, kondisi di lokasi masih mati lampu," tambahnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keberadaan hewan liar di lingkungan permukiman, terutama di sekitar instalasi listrik, dapat menimbulkan risiko keselamatan sekaligus mengganggu aktivitas warga. Karena itu, masyarakat diminta tidak mencoba menangkap atau mengevakuasi sendiri hewan yang berpotensi membahayakan.
Ibnu mengimbau warga agar segera menghubungi petugas apabila menemukan ular, biawak, atau hewan liar lainnya yang masuk ke rumah maupun berada di lokasi yang dapat mengancam keselamatan. Masyarakat dapat meminta bantuan melalui layanan darurat 112 atau menghubungi pos maupun kantor Damkar terdekat.
"Jadi untuk masyarakat bila mana rumahnya dimasuki hewan, baik itu ular ataupun biawak yang sekiranya bisa mengancam keselamatan yang ada di rumah, langsung telepon ke 112 atau ke nomor telepon pos Damkar atau kantor Damkar terdekat," tutupnya.