Warga Kaur Tandu Jasad 10 Kilometer karena Jalan Rusak, Bupati Akui Keterbatasan Anggaran

Memuat berita

Nasional

Warga Kaur Tandu Jasad 10 Kilometer karena Jalan Rusak, Bupati Akui Keterbatasan Anggaran

Devi Sry Atmaja · 19 Oktober 2026 · 11:32 WIB · 2 dibaca
Warga Kaur Tandu Jasad 10 Kilometer karena Jalan Rusak, Bupati Akui Keterbatasan Anggaran

Foto: Kompas.com/Firmansyah

Puluhan warga Desa Sumber Mulia, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, Bengkulu, melakukan perjalanan sulit. Mereka terpaksa menandu jasad Juleha yang berusia 60 tahun. Jarak yang ditempuh mencapai 10 kilometer. Penyebabnya adalah kondisi jalan desa yang rusak berat. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (15/10/2026). Kondisi jalan yang tidak memadai memaksa warga menggunakan cara tradisional. Jasad almarhumah Juleha dibawa dengan ditandu menuju lokasi pemakaman. Kisah ini memicu keprihatinan luas terhadap infrastruktur di daerah tersebut.

Bupati Kaur Gusril menanggapi kejadian yang menimpa warganya. Ia mengaku turut merasakan duka mendalam. Sebagai kepala daerah, ia menyatakan terus berupaya memberikan layanan infrastruktur. Perbaikan jalan menjadi salah satu komitmen yang ingin diwujudkan. Gusril menjelaskan upaya yang sudah dilakukan terkait jalan di desa tersebut.

“Itu janji politik saya. Kami sudah membuat perencanaan dan menganggarkan pengaspalan jalan di desa itu kemudian dimasukkan dalam Dana Alokasi Khusus (DAK) namun saat ini DAK infrastruktur kami Rp 0 dari kementerian maka upaya mengaspal belum bisa dilakukan,” ujar Gusril. Keterbatasan dana pusat menjadi hambatan utama.

Pemerintah Kabupaten Kaur sebenarnya sudah menganggarkan dana untuk perbaikan. Sebanyak Rp 500 juta disiapkan untuk perbaikan jalan tersebut pada 2026. Namun, jumlah itu dinilai belum cukup untuk memperbaiki jalan secara menyeluruh. Kondisi kerusakan membutuhkan anggaran yang jauh lebih besar. Gusril menambahkan bahwa keterbatasan anggaran daerah semakin memperumit situasi. Pemotongan Transfer ke Daerah atau TKD pada 2025 dan 2026 turut menghambat. Alokasi dana yang berkurang berdampak langsung pada program infrastruktur. Perbaikan jalan desa menjadi salah satu yang tertunda.

Selain mengandalkan anggaran lokal dan DAK, Pemkab Kaur sudah mengambil langkah lain. Mereka mengusulkan perbaikan sejumlah ruas jalan melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah. Usulan tersebut disampaikan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Program IJD diharapkan menjadi solusi alternatif. Dengan menandu jasad sejauh 10 kilometer, warga Desa Sumber Mulia menunjukkan realitas kesulitan infrastruktur. Jalan rusak berat memaksa mereka melakukan perjalanan yang melelahkan di tengah duka. Kejadian ini menjadi potret nyata tantangan daerah tertinggal. Perhatian terhadap perbaikan jalan semakin mendesak.

Bupati Gusril yang mengaku berduka mencoba menjelaskan keterbatasan yang dihadapi. Janji politik untuk mengaspal jalan sudah dituangkan dalam perencanaan. Namun, DAK infrastruktur yang bernilai nol dari kementerian membuat rencana tertunda. Anggaran Rp 500 juta lokal belum mampu menutup kebutuhan. Pemotongan TKD pada dua tahun berurutan semakin menekan kapasitas fiskal daerah. Program-program infrastruktur harus disesuaikan dengan ketersediaan dana. Usulan melalui Inpres Jalan Daerah menjadi harapan baru. Persetujuan dari Kementerian PUPR dinanti untuk mempercepat perbaikan.

Kejadian di Desa Sumber Mulia, Kecamatan Maje, menjadi pengingat pentingnya pemerataan infrastruktur. Jalan yang layak merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Ketika jalan rusak, dampaknya langsung terasa pada aktivitas sehari-hari, termasuk urusan duka cita. Warga berhak mendapatkan akses yang memadai. Gusril sebagai Bupati Kaur menekankan bahwa upaya terus dilakukan. Perencanaan sudah ada, anggaran lokal sudah disiapkan, dan usulan ke pusat sudah disampaikan. Namun, realisasi masih menunggu kepastian dana. Komunikasi dengan kementerian terkait terus digalang.

Dengan DAK infrastruktur yang saat ini Rp 0, Pemkab Kaur menghadapi dilema. Janji politik pengaspalan jalan desa terhambat keterbatasan sumber dana. Anggaran Rp 500 juta hanya mampu untuk perbaikan parsial. Kerusakan yang berat membutuhkan intervensi lebih besar. Kisah warga yang menandu jasad Juleha sejauh 10 kilometer diharapkan menjadi momentum. Perbaikan jalan di Desa Sumber Mulia agar segera mendapatkan perhatian serius. Baik melalui DAK, TKD, maupun program IJD, solusi diharapkan segera datang. Masyarakat menunggu realisasi janji infrastruktur.