Karhutla di Taman Nasional Way Kambas Meluas, Ratusan Hektare Lahan Terbakar

Memuat berita

Nasional

Karhutla di Taman Nasional Way Kambas Meluas, Ratusan Hektare Lahan Terbakar

Devi Sry Atmaja · 23 Agustus 2026 · 03:29 WIB · 3 dibaca
Karhutla di Taman Nasional Way Kambas Meluas, Ratusan Hektare Lahan Terbakar

Foto: Detik News

Lampung Timur – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, terus meluas. Hingga Sabtu (22/8/2026), aparat mencatat sekitar 673,4 hektare lahan telah terdampak kebakaran yang masih berlangsung di sejumlah titik kawasan konservasi tersebut.

Berdasarkan data kepolisian, api masih terlihat membakar area Jati 3, Resort Kuala Penet, SPTN Wilayah III Kuala Penet, Kecamatan Braja Selebah, Lampung Timur. Kebakaran yang awalnya terdeteksi di kawasan Jati 3 itu dilaporkan terus bergerak dan meluas menuju wilayah Rawa Mbah Sapon, tepatnya di sekitar Grid 7 S.

Kondisi cuaca yang panas, vegetasi yang kering, serta hembusan angin di kawasan taman nasional diduga menjadi faktor yang mempercepat penyebaran api. Petugas di lapangan terus melakukan pemantauan dan upaya pemadaman guna mencegah kobaran api menjalar ke area yang lebih luas dan mengancam habitat satwa liar yang hidup di kawasan tersebut. Way Kambas merupakan salah satu kawasan konservasi terpenting di Indonesia yang menjadi habitat berbagai satwa langka dan dilindungi, seperti gajah Sumatra, harimau Sumatra, badak Sumatra, hingga beragam jenis burung endemik. Meluasnya kebakaran menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan satwa serta kerusakan ekosistem yang dapat berdampak dalam jangka panjang.

Selain menghanguskan vegetasi dan lahan gambut di sejumlah titik, kebakaran juga berpotensi menurunkan kualitas udara di wilayah sekitar. Asap yang dihasilkan dari karhutla dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Tim gabungan yang terdiri dari petugas Balai Taman Nasional Way Kambas, kepolisian, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, serta relawan terus dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Upaya tersebut dilakukan baik melalui jalur darat maupun pemantauan udara untuk mengidentifikasi titik-titik api yang masih aktif.

Meski demikian, medan yang sulit dijangkau serta luasnya area yang terbakar menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Beberapa lokasi kebakaran berada di kawasan rawa dan semak belukar yang menyulitkan akses kendaraan maupun peralatan pemadaman. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Aparat juga terus mengumpulkan informasi dan melakukan pendalaman untuk memastikan apakah kebakaran terjadi akibat faktor alam atau aktivitas manusia.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun, teutama pada musim kemarau yang meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Masyarakat juga diminta segera melapor apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di kawasan hutan dan lahan. Karhutla yang terus meluas di Taman Nasional Way Kambas menjadi peringatan serius akan pentingnya menjaga kawasan konservasi dari ancaman kebakaran. Selain mengancam keanekaragaman hayati, kebakaran hutan juga berpotensi menimbulkan kerugian ekologis dan ekonomi yang besar apabila tidak segera dikendalikan.