Rocky Gerung Sebut Kopdes Merah Putih Bisa Jadi Transformasi Ekonomi: Bukan Sekadar Bangunan, tapi Gerakan

Memuat berita

Nasional

Rocky Gerung Sebut Kopdes Merah Putih Bisa Jadi Transformasi Ekonomi: Bukan Sekadar Bangunan, tapi Gerakan

Fazlur Rahman · 07 Oktober 2026 · 22:30 WIB · 2 dibaca
Rocky Gerung Sebut Kopdes Merah Putih Bisa Jadi Transformasi Ekonomi: Bukan Sekadar Bangunan, tapi Gerakan

Foto: Jawa Pos

Akademisi sekaligus Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Rocky Gerung menilai program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang didorong pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dapat menjadi salah satu gerakan ekonomi untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Menurut Rocky, semangat pemerintah dalam mengembangkan Kopdes Merah Putih perlu dilihat lebih luas, bukan hanya sebagai pembangunan lembaga ekonomi di tingkat desa, tetapi sebagai bagian dari upaya mewujudkan ekonomi konstitusi.

Rocky mengatakan gagasan tersebut berpotensi menjadi sebuah transformasi ekonomi apabila koperasi benar-benar ditempatkan sebagai salah satu kekuatan utama dalam perekonomian nasional. Ia menilai koperasi memiliki posisi yang berbeda dari korporasi maupun badan usaha milik negara (BUMN).

“Konstitusi kita mengenal tiga player, korporasi, BUMN dan koperasi untuk menghasilkan solidaritas. Dalam praktiknya koperasi hanya menemukan tetesan CSR dari korporasi. Sejak Presiden Prabowo ini diubah, maka benar ini adalah transformasi ekonomi meski harus bertengkar dengan para pemilik modal,” ujar Rocky dalam Diskusi Publik Pra Kongres Nasional Syarikat Islam (SI) ke-42 di Jakarta, Senin (5/10/2026).

Rocky melihat keberadaan koperasi seharusnya tidak ditempatkan hanya sebagai pelengkap dalam sistem ekonomi nasional. Menurut dia, koperasi memiliki fungsi untuk membangun kekuatan ekonomi masyarakat melalui prinsip kebersamaan dan solidaritas.

Ia juga menilai perubahan tersebut dapat menjadi tantangan karena koperasi harus berhadapan dengan struktur ekonomi yang selama ini banyak dipengaruhi oleh korporasi besar dan BUMN. Karena itu, penguatan koperasi dinilai membutuhkan keberanian untuk mengubah pola hubungan ekonomi yang sudah berlangsung.

Bagi Rocky, keberhasilan Kopdes Merah Putih tidak semata-mata dapat diukur dari jumlah kantor koperasi yang dibangun atau banyaknya lembaga yang terbentuk di berbagai daerah. Hal yang jauh lebih penting adalah apakah koperasi benar-benar mampu menjadi gerakan ekonomi yang melibatkan masyarakat.

Rocky menegaskan koperasi tidak boleh berhenti pada bentuk institusi ataupun sekadar bangunan fisik. Koperasi harus diwujudkan dalam aksi bersama yang mampu mendorong masyarakat untuk ikut menata kehidupan sosial dan ekonomi mereka.

Pandangan tersebut menjadi penting di tengah upaya pemerintah memperluas peran koperasi hingga ke tingkat desa. Menurut Rocky, keberadaan koperasi harus memiliki manfaat nyata bagi masyarakat dan tidak berhenti pada pembentukan struktur organisasi maupun pembangunan fasilitas.

Ia mengakui terdapat berbagai catatan terhadap pengembangan koperasi yang perlu diperbaiki. Namun, menurutnya, berbagai persoalan yang muncul tidak semestinya dijadikan alasan untuk menghentikan upaya membangun gerakan koperasi di Indonesia.

Rocky menilai kritik dan evaluasi justru diperlukan agar program koperasi dapat berkembang menjadi gerakan ekonomi yang benar-benar bekerja untuk masyarakat. Perbaikan tersebut harus dilakukan tanpa menghilangkan tujuan utama untuk memperkuat posisi masyarakat dalam kegiatan ekonomi.

“Gerakan koperasi revolusi ekonomi Indonesia. Kantor koperasi yang dicatat publik. Jadi koperasi itu bukan bangunan tapi gerakan, hanya itu yang kita percaya bahwa revolusi bisa terjadi kalau itu sudah menjadi gerakan, kalau nggak ada gerakan tidak ada revolusi,” kata Rocky.

Menurut Rocky, koperasi akan memiliki makna yang lebih besar apabila masyarakat menjadi pelaku utama di dalamnya. Dengan demikian, koperasi tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya aktivitas ekonomi, tetapi juga menjadi instrumen untuk membangun solidaritas dan kemandirian masyarakat.

Gagasan tersebut menempatkan Kopdes Merah Putih dalam perspektif yang lebih luas. Program tersebut tidak hanya dipandang sebagai kebijakan ekonomi di tingkat desa, tetapi juga sebagai upaya membangun kembali peran koperasi dalam struktur perekonomian nasional.

Meski demikian, keberhasilan gagasan tersebut tetap akan bergantung pada pelaksanaan di lapangan. Koperasi membutuhkan tata kelola yang baik, partisipasi masyarakat, transparansi, serta kemampuan menjalankan kegiatan ekonomi secara berkelanjutan agar tidak berhenti sebagai program administratif.

Bagi Rocky, inti dari koperasi adalah gerakan bersama. Karena itu, pembangunan koperasi menurutnya tidak cukup hanya dengan menghadirkan kantor dan struktur kelembagaan. Koperasi harus hidup melalui keterlibatan masyarakat dan mampu memberikan manfaat ekonomi secara nyata.

Dalam pandangannya, ketika koperasi benar-benar menjadi gerakan masyarakat, maka gagasan ekonomi konstitusi dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Kopdes Merah Putih pun diharapkan tidak hanya menjadi nama program, tetapi berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang tumbuh dari masyarakat desa.